

| PERUBAHAN POLA KONSUMSI | 19.42 |
|
Filed under:
|
|
Dunia yang konsumtif adalah kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan gaya hidup kelas elit di Jakarta, sama halnya dengan sebagian orang Indonesia lainnya. Pola konsumsi kelas elit di Jakarta adalah contoh klasik akan gaya hidup yang sangat berlebihan. Contohnya parade mobil mewah di jalanan kota besar. Pada suatu pameran mobil-mobil BMW edisi terbaru di ibukota, mobil-mobil itu terjual habis hanya dalam waktu dua hari.
Lihat pula rumah-rumah mewah yang di Jakarta, dengan tiang-tiang besar yang berdiri di depan rumah, di mana hanya empat orang saja yang tinggal dalam rumah tersebut. Sekali pun para analisis mengatakan adalah normal bagi manusia untuk menikmati "hidup menyenangkan" sepanjang manusia sanggup mengusahakannya. Namun, ada satu hal yang terkadang di abaikan, yaitu bahwa gaya hidup seperti itu sebetulnya mengancam keberlangsungan planet kita, bumi.
Kebanyakan orang tidak menyadari berapa banyak bahan bakar diperlukan untuk sebuah mobil mewah 4000 cc, serta berapa banyak pohon, batu karang, atau bahan-bahan lainnya yang di perlukan untuk membangun sebuah rumah mewah tadi. Tentu saja adalah tidak fair untuk menyalahkan orang-orang untuk mencari kenyamanan dalam hidup sebab gaya hidup semacam itu sebenarnya tidak membentuk orang Indonesia untuk menyimpan kebutuhan mereka.
Dinegara-negara empat musim, orang-orang terbiasa untuk menyimpan kebutuhan mereka saat musim dingin, tidak demikian dengan di negara tropis seperti Indonesia di mana matahari bersinar sepanjang tahun. Melimpahnya persediaan makanan membuat orang lupa bahwa kekayaan alam itu terbatas, atau adanya pertambahan penduduk sewaktu-waktu dapat menghabiskan kekayaan alam yang ada.
Perubahan yang efektif sebaiknya dimulai dari keluarga, dan para ibu harus memegang peran utama di dalamnya. Keluarga-keluarga adalah tempat yang terbaik bagi teladan sebuah generasi baru untuk mulai belajar menabung dan para ibu bisa membagi pengalaman mereka menjalankan rumah tangga mereka sendiri sebagai sebuah contoh hidup nyata tentang bagaimana caranya merubah pola konsumsi. cayooooooooo ibu-ibuuuuuuuuuu!!!!!!!
Lihat pula rumah-rumah mewah yang di Jakarta, dengan tiang-tiang besar yang berdiri di depan rumah, di mana hanya empat orang saja yang tinggal dalam rumah tersebut. Sekali pun para analisis mengatakan adalah normal bagi manusia untuk menikmati "hidup menyenangkan" sepanjang manusia sanggup mengusahakannya. Namun, ada satu hal yang terkadang di abaikan, yaitu bahwa gaya hidup seperti itu sebetulnya mengancam keberlangsungan planet kita, bumi.
Kebanyakan orang tidak menyadari berapa banyak bahan bakar diperlukan untuk sebuah mobil mewah 4000 cc, serta berapa banyak pohon, batu karang, atau bahan-bahan lainnya yang di perlukan untuk membangun sebuah rumah mewah tadi. Tentu saja adalah tidak fair untuk menyalahkan orang-orang untuk mencari kenyamanan dalam hidup sebab gaya hidup semacam itu sebenarnya tidak membentuk orang Indonesia untuk menyimpan kebutuhan mereka.
Dinegara-negara empat musim, orang-orang terbiasa untuk menyimpan kebutuhan mereka saat musim dingin, tidak demikian dengan di negara tropis seperti Indonesia di mana matahari bersinar sepanjang tahun. Melimpahnya persediaan makanan membuat orang lupa bahwa kekayaan alam itu terbatas, atau adanya pertambahan penduduk sewaktu-waktu dapat menghabiskan kekayaan alam yang ada.
Perubahan yang efektif sebaiknya dimulai dari keluarga, dan para ibu harus memegang peran utama di dalamnya. Keluarga-keluarga adalah tempat yang terbaik bagi teladan sebuah generasi baru untuk mulai belajar menabung dan para ibu bisa membagi pengalaman mereka menjalankan rumah tangga mereka sendiri sebagai sebuah contoh hidup nyata tentang bagaimana caranya merubah pola konsumsi. cayooooooooo ibu-ibuuuuuuuuuu!!!!!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar