

| INFO DARI FITRI | 21.30 |
|
Filed under:
|
|
Komunisme berasal dari bahasa latin yaitu communis yang artinya secara kemasyarakatan. Bentuk sistem masyarakat dimana sarana-sarana produksi dimiliki secara bersamaan dan pembagian produksi dilakukan berdasarkan asas bahwa setiap anggota masyarakat dapat memperoleh hasil bagian sesuai dengan kebutuhan.
Namun, dalam kenyataannya istilah komunisme dimonopoli oleh partai komunis. Asas komunisme sebagai suatu gerakan politik mulai muncul dimasa Revolusi Perancis. Kemudian Karl Mark, membawa pengaruh besar terhadap perkembangan gagasan komunisme. Karena itu, ajaran-ajaran Marxisme banyak disamakan dengan komunisme. Istilah komunisme didengungkan kembali oleh Lenin pada tahun 1917, yang diterapkan secara revolusioner dan radikal sehingga Lenin dianggap sebagai pendiri aliran komunisma mosern. Setelah perang dunia II, akibat pengaruh Rusia, sejumlah negara terutama di Eropa Timur dan sebagian Asia mengambil komunisme sebagai sistem politik dan sosial ekonomi.
Di negara Eropa Timur kedudukan serta peranan partai komunis sangat dominan. Hal ini, tidak lepas dari perkembangan sejarah selama dan sesudah perang dunia II. Saat itu, penduduk Nazi Jerman atas negara-negara di Eropa Timur memaksa golongan-golongan komunis saling bekerja sama dalam masyarakat setempat guna melancarkan perlawanan terhadap tentara pendudukan. Dengan ditundukkannya Nazi Jerman oleh pasukan Uni Soviet yang tergabung dalam Tentara Merah, partai-partai komunis minoritas setempat berhasil merebut pucuk pimpinan dan kekuasaan pemerintahan negara.
Pasca Perang Dunia II demokrasi ala komunis (demokrasi rakyat) akhirnya diwujudkan dibeberapa negara, antara lain di Cekoslovakia (1948), Hongaria (1949), Polandia dan Rumania (1952). Dalam perkembangan dari bentuk dan sebutan demokrasi rakyat ke negara Komunis, pola Uni Soviet senantiasa dianggap sebagai model yang patut ditiru.
Itu info dari Fitri, mudah-mudahan bermanfaat n dapat menambah ilmu pengetahuan yaaah!!!!
Di negara Eropa Timur kedudukan serta peranan partai komunis sangat dominan. Hal ini, tidak lepas dari perkembangan sejarah selama dan sesudah perang dunia II. Saat itu, penduduk Nazi Jerman atas negara-negara di Eropa Timur memaksa golongan-golongan komunis saling bekerja sama dalam masyarakat setempat guna melancarkan perlawanan terhadap tentara pendudukan. Dengan ditundukkannya Nazi Jerman oleh pasukan Uni Soviet yang tergabung dalam Tentara Merah, partai-partai komunis minoritas setempat berhasil merebut pucuk pimpinan dan kekuasaan pemerintahan negara.
Pasca Perang Dunia II demokrasi ala komunis (demokrasi rakyat) akhirnya diwujudkan dibeberapa negara, antara lain di Cekoslovakia (1948), Hongaria (1949), Polandia dan Rumania (1952). Dalam perkembangan dari bentuk dan sebutan demokrasi rakyat ke negara Komunis, pola Uni Soviet senantiasa dianggap sebagai model yang patut ditiru.
Itu info dari Fitri, mudah-mudahan bermanfaat n dapat menambah ilmu pengetahuan yaaah!!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
BAGUS BUANGET
Posting Komentar